
DUMAI - Sejauh mata memandang, tumpukan ban bekas terlihat berjejer rapi di sepanjang bibir pantai, Desa Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.
Ban bekas berdiri tegak dengan sumbu berupa beberapa batang potongan bambu yang terpancang kokoh ke dalam pasir pantai. Tak ada jarak antara ban-ban tersebut.
Hanya beberapa bilah kayu balok, menjadi penahan atau balok bagi bambu-bambu yang terpancang itu.
Sesekali, ombak menyapa lembut ujung kaki para nelayan yang tengah menanam pancang dan ban bekas yang baru dibawa dari pusat kota, pada saat air surut.
"Kami harus menunggu air surut, untuk meneruskan pemasangan ban bekas tersebut, sebagai alat pemecah ombak ini semua ide dari PERTAMINA," kata Akmaludin, anggota Kelompok Nelayan Mundam.
Pesisir Timur Sumatera sangat dikenal dengan jajaran hutan mangrove, mulai dari Aceh hingga Lampung, memberikan kehidupan bagi nelayan yang berdomisili di pesisir tersebut, termasuk wilayah administrasi Kota Dumai, Provinsi Riau.
Sangat disadari saat ini, abrasi atau pengikisan terjadi pada batuan dan tanah, terutama di daerah pesisir, akibat gelombang dan pasang surut arus laut.
Khusus di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau, per tahun arus laut di pesisir ini mempengaruhi 7 meter garis pantai di wilayah tersebut.

Sebagaimana diungkapkan Area Manager Communication, Relations, & CSR RU II Dumai Subholding Refining & Petrochemical PT KPI Agustiawan menyampaikan, fenomena perubahan iklim berupa abrasi pantai sudah masif terjadi di pesisir pantai Kelurahan Mundam.
"Pertamina melakukan intervensi dengan beberapa program, salah satunya
instalasi alat pemecah ombak (APO) menggunakan ban bekas," katanya kepada awak media pada sebuah kesempatan.
Dijelaskan bahwa pada tahun 2024, Pertamina bersinergi bersama masyarakat memasang APO sepanjang 90 meter, dan tahun 2025 ini pemasangan APO ditargetkan bertambah sepanjang 286 meter.
Alat pemecah ombak juga mampu menambah 20% sedimentasi pesisir, menyerap karbon dari penanaman mangrove hingga 62,4 CO2eq serta 1064,670 kg CO2eq karena penyerapan limbah dari ban bekas.
TJSL PERTAMINA
PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai (Kilang Pertamina Dumai), menggalang program “Serumpun Paman Bahari", atau Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul, Pangan mandiri dan Bahari Lestari.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina berkomitmen menjaga keberlangsungan ekosistem dan masyarakat terutama di tempat Pertamina beroperasi.
"Melalui berbagai aktivitas TJSL, Pertamina berharap dapat berkontribusi secara langsung ke masyarakat," jelasnya.
Aktivitas tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) dengan konsep Pengelolaan Pesisir Terpadu ini terbukti membantu masyarakat pesisir Desa Mundam, Dumai, untuk memperkuat ketahanan dari ancaman abrasi pantai.
Program TJSL ini dijalankan pada tahun 2023 hingga saat ini. Hasilnya, per tahun diperkirakan 451 meter persegi tanah masyarakat terlindungi dari potensi abrasi. Termasuk di dalamnya empat rumah dan empat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan tersebut.

Dijelaskan Agustiawan, di samping itu PERTAMINA juga memberikan jalan untuk meningkatkan kapasitas nelayan tangkap, dengan memberikan pelatihan vokasi berupa pelatihan mekanik kapal.
"Sehingga nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri dan bisa meningkatkan pendapatan hasil tangkapan", terang Agus.
Kehadiran Pertamina ini menjadi angin segar dan sangat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, khususnya bagi Kelompok Nelayan Mundam.
"Terimakasih atas bantuan yang diberikan, hal tersebut sangat berarti bagi kami masyarakat Desa Mundam, semoga Pertamina di masa datang terus memberikan bantuan dan pendampingan kepada kami," pungkas Akmaludin.
Dermaga Kovensional
Selain program pemecah ombak, masyarakat pesisir juga membutuhkan Dermaga Konvensional. Kilang Pertamina Dumai kemudian memanfaatkan limbah kayu palet untuk membangun dermaga, sebagai bentuk pengelolaan limbah yang efektif.
Agus menjelaskan, pembangunan dermaga memberikan manfaat positif. Biasanya nelayan harus menunggu waktu pasang untuk melaut, hingga 4-5 jam sampai air pasang. Dengan adanya dermaga, para nelayan bisa langsung melaut tanpa adanya waktu tunggu.
"Mereka bisa melaut kapan saja, sehingga ini memberi tambahan waktu bagi nelayan untuk menangkap ikan dan hasil tangkapannya bisa lebih banyak," tutur Agus.
Upaya nyata yang dilakukan Pertamina mendapatkan apresiasi dari Lurah Kelurahan Mundam, Dumai, Adi Aprianto.
Menurutnya, kehadiran alat pemecah ombak hasil inovasi Kilang Dumai menjadi solusi menghambat dan mencegah abrasi. Sampai saat ini, APO sudah berhasil membentuk sedimentasi tanah sekitar 50 sentimeter.
"Kami berterima kasih, karena program ini dapat mengatasi persoalan-persoalan lingkungan seperti ekosistem di wilayah sekitar pantai Mundam", tutup Adi.***
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Riau Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:15:23 WIB |
Gerak Cepat Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Padang Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:36:18 WIB |
Kembangkan Pisang Cavendis di Pulau Birandang, Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Inisiatif Jefri Noer Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:28:28 WIB |
Pastikan Keandalan Layanan SPBU Bersama Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Umpan Serak Gaya Ali Riza Pahlevi Kandidat Dirut Jamkrida Riau Senin, 27 Juli 2026 | 17:31:53 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Pastikan Pasokan BBM Tetap Terjaga di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau Senin, 20 Juli 2026 | 20:00:00 WIB |
Mulai 14 Juli 2026, Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Bright Gas di Regional Sumbagut Senin, 20 Juli 2026 | 18:00:00 WIB |
Perkuat Edukasi Lingkungan Melalui Program SEKAR di Kawasan Pesisir Medan Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:00:00 WIB |
Distribusi BBM di Sumatera Utara Semakin Membaik, Patra Niaga Pastikan Pasokan Aman Jumat, 17 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Sumatera Utara, Terminal BBM dan SPBU 24 Jam Dioperasikan Kamis, 16 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Perpustakaan Soeman HS Masih Menjadi Pilihan Favorit Mahasiswa Selama Ramadhan Jumat, 27 Februari 2026 | 14:55:54 WIB |
Pimpin Konsolidasi Perdana DPP IPP, Muflihun Tegaskan Komitmen dan Program Strategis untuk Pekanbaru Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:43:00 WIB |
Kukuhkan Muflihun Sebagai Ketua Umum, Plt Gubri Tegaskan Ikatan Putera Pekanbaru Mitra Strategis Pembangunan Minggu, 8 Februari 2026 | 14:21:14 WIB |
Kenduri Anak Pekan Meriahkan Pelantikan IPP 2025–2030, Hadirkan Ragam Budaya dan Hiburan Gratis untuk Warga Pekanbaru Jumat, 6 Februari 2026 | 10:15:29 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Perkuat Distribusi BBM di Sumatera Utara Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas Kamis, 9 Juli 2026 | 16:40:39 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Fondasi Bisnis UMKM untuk Menembus Pasar Global Rabu, 1 Juli 2026 | 23:00:00 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Dukung Industri Olahraga Otomotif melalui Pertamax Turbo Aspira Premio MotoPrix Rabu, 1 Juli 2026 | 11:00:00 WIB |
Bersama GESID Halal Center, Patra Niaga Sumbagut Perkuat Ekosistem Halal Berkelanjutan Selasa, 30 Juni 2026 | 22:00:00 WIB |
Tebar Kepedulian bagi Anak Yatim, Duafa dan Disabilitas, Pertamina Berkah Hadir di Lima Provinsi Jumat, 19 Juni 2026 | 21:00:00 WIB |
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional Kamis, 11 Juni 2026 | 11:00:00 WIB |
Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Melalui Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat SPBU di Aceh Besar Rabu, 10 Juni 2026 | 20:00:00 WIB |
Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan Sabtu, 6 Juni 2026 | 19:00:00 WIB |
Komut dan Direktur Kelembagaan & Kepatuhan Patra Niaga Turun Langsung Kamis, 4 Juni 2026 | 12:00:00 WIB |
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:38:43 WIB |
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:32:00 WIB |
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau. Rabu, 11 Februari 2026 | 05:57:02 WIB |
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau Senin, 3 November 2025 | 13:31:11 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Riau Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:15:23 WIB |
Gerak Cepat Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Padang Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:36:18 WIB |
Kembangkan Pisang Cavendis di Pulau Birandang, Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Inisiatif Jefri Noer Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:28:28 WIB |
Pastikan Keandalan Layanan SPBU Bersama Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi Jumat, 13 Maret 2026 | 15:20:25 WIB |
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain Selasa, 3 Maret 2026 | 13:57:09 WIB |
Pengucuran Kredit Bank BRI Ke Kelompok Tani di Pelalawan Sarat Kejanggalan Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43:44 WIB |
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:31:52 WIB |
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital dan Implementasi Kebijakan Media (BEJO'S) Bagi ASN-TNI-POLRI Kamis, 20 November 2025 | 11:00:47 WIB |
Program SIGAP Bentuk ASN Yang Tangguh dan Profesional Jumat, 14 November 2025 | 10:25:44 WIB |
Tiga Angkatan Sekaligus, Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Buka Diklat Dasar SAR Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:06:54 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya Rabu, 6 Desember 2023 | 10:26:13 WIB |
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas Senin, 4 Desember 2023 | 09:44:39 WIB |
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB |
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026 Selasa, 17 Maret 2026 | 14:04:01 WIB |
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!! Kamis, 26 Februari 2026 | 14:05:07 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:57:00 WIB |

DUMAI - Sejauh mata memandang, tumpukan ban bekas terlihat berjejer rapi di sepanjang bibir pantai, Desa Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.
Ban bekas berdiri tegak dengan sumbu berupa beberapa batang potongan bambu yang terpancang kokoh ke dalam pasir pantai. Tak ada jarak antara ban-ban tersebut.
Hanya beberapa bilah kayu balok, menjadi penahan atau balok bagi bambu-bambu yang terpancang itu.
Sesekali, ombak menyapa lembut ujung kaki para nelayan yang tengah menanam pancang dan ban bekas yang baru dibawa dari pusat kota, pada saat air surut.
"Kami harus menunggu air surut, untuk meneruskan pemasangan ban bekas tersebut, sebagai alat pemecah ombak ini semua ide dari PERTAMINA," kata Akmaludin, anggota Kelompok Nelayan Mundam.
Pesisir Timur Sumatera sangat dikenal dengan jajaran hutan mangrove, mulai dari Aceh hingga Lampung, memberikan kehidupan bagi nelayan yang berdomisili di pesisir tersebut, termasuk wilayah administrasi Kota Dumai, Provinsi Riau.
Sangat disadari saat ini, abrasi atau pengikisan terjadi pada batuan dan tanah, terutama di daerah pesisir, akibat gelombang dan pasang surut arus laut.
Khusus di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau, per tahun arus laut di pesisir ini mempengaruhi 7 meter garis pantai di wilayah tersebut.

Sebagaimana diungkapkan Area Manager Communication, Relations, & CSR RU II Dumai Subholding Refining & Petrochemical PT KPI Agustiawan menyampaikan, fenomena perubahan iklim berupa abrasi pantai sudah masif terjadi di pesisir pantai Kelurahan Mundam.
"Pertamina melakukan intervensi dengan beberapa program, salah satunya
instalasi alat pemecah ombak (APO) menggunakan ban bekas," katanya kepada awak media pada sebuah kesempatan.
Dijelaskan bahwa pada tahun 2024, Pertamina bersinergi bersama masyarakat memasang APO sepanjang 90 meter, dan tahun 2025 ini pemasangan APO ditargetkan bertambah sepanjang 286 meter.
Alat pemecah ombak juga mampu menambah 20% sedimentasi pesisir, menyerap karbon dari penanaman mangrove hingga 62,4 CO2eq serta 1064,670 kg CO2eq karena penyerapan limbah dari ban bekas.
TJSL PERTAMINA
PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai (Kilang Pertamina Dumai), menggalang program “Serumpun Paman Bahari", atau Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul, Pangan mandiri dan Bahari Lestari.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina berkomitmen menjaga keberlangsungan ekosistem dan masyarakat terutama di tempat Pertamina beroperasi.
"Melalui berbagai aktivitas TJSL, Pertamina berharap dapat berkontribusi secara langsung ke masyarakat," jelasnya.
Aktivitas tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) dengan konsep Pengelolaan Pesisir Terpadu ini terbukti membantu masyarakat pesisir Desa Mundam, Dumai, untuk memperkuat ketahanan dari ancaman abrasi pantai.
Program TJSL ini dijalankan pada tahun 2023 hingga saat ini. Hasilnya, per tahun diperkirakan 451 meter persegi tanah masyarakat terlindungi dari potensi abrasi. Termasuk di dalamnya empat rumah dan empat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan tersebut.

Dijelaskan Agustiawan, di samping itu PERTAMINA juga memberikan jalan untuk meningkatkan kapasitas nelayan tangkap, dengan memberikan pelatihan vokasi berupa pelatihan mekanik kapal.
"Sehingga nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri dan bisa meningkatkan pendapatan hasil tangkapan", terang Agus.
Kehadiran Pertamina ini menjadi angin segar dan sangat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, khususnya bagi Kelompok Nelayan Mundam.
"Terimakasih atas bantuan yang diberikan, hal tersebut sangat berarti bagi kami masyarakat Desa Mundam, semoga Pertamina di masa datang terus memberikan bantuan dan pendampingan kepada kami," pungkas Akmaludin.
Dermaga Kovensional
Selain program pemecah ombak, masyarakat pesisir juga membutuhkan Dermaga Konvensional. Kilang Pertamina Dumai kemudian memanfaatkan limbah kayu palet untuk membangun dermaga, sebagai bentuk pengelolaan limbah yang efektif.
Agus menjelaskan, pembangunan dermaga memberikan manfaat positif. Biasanya nelayan harus menunggu waktu pasang untuk melaut, hingga 4-5 jam sampai air pasang. Dengan adanya dermaga, para nelayan bisa langsung melaut tanpa adanya waktu tunggu.
"Mereka bisa melaut kapan saja, sehingga ini memberi tambahan waktu bagi nelayan untuk menangkap ikan dan hasil tangkapannya bisa lebih banyak," tutur Agus.
Upaya nyata yang dilakukan Pertamina mendapatkan apresiasi dari Lurah Kelurahan Mundam, Dumai, Adi Aprianto.
Menurutnya, kehadiran alat pemecah ombak hasil inovasi Kilang Dumai menjadi solusi menghambat dan mencegah abrasi. Sampai saat ini, APO sudah berhasil membentuk sedimentasi tanah sekitar 50 sentimeter.
"Kami berterima kasih, karena program ini dapat mengatasi persoalan-persoalan lingkungan seperti ekosistem di wilayah sekitar pantai Mundam", tutup Adi.***
Bupati Kampar Ahmad Yuzar melakukan penanaman bibit pisang Cavendish sekaligus memanen hasil.
| Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas | Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat |