
NIAS - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendukung optimalisasi penyediaan dan penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT)/BBM Subsidi dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP)/BBM Kompensasi untuk nelayan di wilayah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyampaikan, sektor perikanan mendominasi pekerjaan penduduk Nias Utara dengan produksi sekitar 16.000 ton pada tahun 2025 dan jumlah nelayan kurang lebih 3.300 penduduk.
Saat ini terdapat 4 penyalur BBM subsidi dan kompensasi di Nias Utara, terdiri dari 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan 3 SPBU Kompak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengusulkan dilakukan penambahan SPBU Nelayan.
Beberapa lokasi yang diusulkan untuk dibangun penyalur BBM tersebut ditinjau langsung oleh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto.
“BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan evaluasi dan kita mengecek langsung letak geografisnya apakah benar ini sebagai klaster SPBU untuk layanan kepada nelayan,” ujar Wahyudi, Kamis (15/01/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi dan peninjauan lapangan, diketahui lokasi usulan dibangunnya penyalur BBM di Kecamatan Tuhemberua dan Afulu telah masuk dalam rencana pembangunan penyalur BBM Satu Harga, sehingga selain kebutuhan BBM untuk nelayan, pemenuhan kebutuhan BBM bagi sektor pertanian, transportasi darat, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan transportasi air yang menggunakan motor tempel dapat dipenuhi dari SPBU tersebut.
"Di Kecamatan Afulu dan Tuhemberua ini sudah ada perencanaan pembangunan penyalur BBM dengan target beroperasi tahun 2026. Pembangunan penyalur BBM ini akan lebih optimal karena tidak hanya melayani nelayan, tetapi juga konsumen pengguna dari sektor pertanian, transportasi darat, UMKM dan transportasi air yang menggunakan motor tempel. Jadi tidak hanya SPBU Nelayan, agar skala keekonomiannya masuk bagi mitra atau investor. Asas kebermanfaatannya juga lebih besar," jelasnya.
Saat ini, jarak antar penyalur BBM dari kecamatan Sitolu Ori ke Kecamatan Lahewa Timur adalah 17 kilometer (KM). Sementara dari Lahewa Timur ke Lahewa jarak antar penyalur BBM adalah 19,2 KM.
"Yang terjauh adalah jarak penyalur BBM dari kecamatan Lahewa ke Kecamatan Alasa, yaitu sejauh 52,5 KM," urai Wahyudi.
Terkait hal tersebut, Wahyudi mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mempercepat proses perizinan dan administrasi agar penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, atau Terpencil (3T) ini dapat segera beroperasi sebelum Desember 2026.

Wahyudi Anas juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas untuk mendapatkan BBM subsidi dan kompensasi negara. Nelayan diimbau untuk mengurus Surat Rekomendasi dari Dinas Perikanan melalui aplikasi XStar BPH Migas.
"Dengan Surat Rekomendasi tersebut, nelayan akan mendapatkan prioritas dan jaminan harga sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami minta Dinas Perikanan aktif memfasilitasi ini agar nelayan tidak lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer," pungkasnya.
Dukungan juga disampaikan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto. Agar aktivitas dan perekonomian masyarakat di Nias Utara meningkat, perlu dibangun penyalur BBM Satu Harga.
“Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah terdepan dan terluar Indonesia, di mana Program BBM Satu Harga harus menjadi perhatian khusus kita. Kalau dilihat dari posisi masing-masing SPBU, jaraknya cukup jauh. Ada yang jaraknya 19 Kilometer (KM) hingga lebih jauh dari itu. Jika lokasi BBM Satu Harga sudah memenuhi syarat, pembangunannya hendaknya dipercepat agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan harga BBM di sini mahal,” ungkap pria yang biasa dipanggil Baher ini.
Lokasi SPBU yang jauh, lanjut Baher, menjadikan masyarakat lebih memilih membeli BBM di luar SPBU. Alhasil harga yang harus dibayarkan menjadi lebih mahal.
“Kalau membeli di luar SPBU, penjual BBM tersebut tidak mungkin tidak dapat untung, sehingga yang muncul narasinya adalah BBM di Pulau Nias harganya mahal. Oleh karena itu, mari kita kolaborasi dan memperkuat peran agar BBM subsidi pemanfaatannya tepat sasaran,” tutupnya.
Dalam kunjungan kerja ini, BPH Migas bertemu juga dengan Wakil Bupati Nias Utara, di Kantor Bupati Nias Utara. Usai rapat koordinasi bersama BPH migas, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega mengungkapkan, kolaborasi diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan BBM, terutama bagi nelayan yang ada di Nias Utara.
“Pada dasarnya kita berharap dengan adanya pembukaan SPBU baru ini atau SPBUN ini utamanya untuk meningkatkan pendapatan para nelayan kita dan masyarakat secara umum. Mudah-mudahan dengan semakin dekat pemenuhan kebutuhan ini maka mereka tidak lagi butuh waktu yang lama dan jauh untuk membeli BBM, sehingga pemenuhan kebutuhan mereka untuk melaut para nelayan dan termasuk dalam pengembangan UMKM kita bisa betul-betul terpenuhi,” paparnya.
Yusman juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung proses perizinan agar penyalur BBM dapat segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga wilayah Sumbagut Sunardi menegaskan dukungan PT Pertamina Patra Niaga terhadap usulan Pemerintah Kabupaten Nias Utara terkait pembangunan lembaga penyalur BBM, khususnya yang ditujukan untuk sektor nelayan.
Sunardi mengatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lapangan, mayoritas lokasi tersebut sudah masuk dalam perencanaan program BBM Satu Harga. "Dari empat titik yang diusulkan untuk dimunculkan lembaga penyalur segmentasi nelayan, tiga titik di antaranya sebenarnya sudah ada rencana pendirian lembaga penyalur BBM Satu Harga," jelasnya.
Surnadi juga menyampaikan pentingnya aspek komersial dan keberlanjutan bisnis bagi investor. Bentuk fisik bangunan penyalur BBM akan disesuaikan dengan besaran pangsa pasar di wilayah tersebut.
"Kalau marketnya cukup besar, mungkin dibuat seperti bangunan SPBU reguler. Tetapi kalau segmennya kecil, kemungkinannya akan dibuat modular," jelasnya.

Kunjungan ke Fuel Terminal Gunungsitoli
Dalam rangkaian kunjungan ke Nias Utara, BPH Migas juga menyambangi Fuel Terminal Gunungsitoli untuk mengetahui ketahanan pasokan BBM untuk Kepulauan Nias. Berdasarkan paparan, diketahui pasokan BBM dalam kondisi aman. Hingga tanggal 15 Januari 2026, stok Pertalite mencapai 14,4 hari dan Biosolar 8 hari. Stok ini akan semakin bertambah dengan masuknya kapal pengangkut BBM yang direncanakan tanggal 19 Januari 2026 mendatang.
“Stok ini artinya sangat aman untuk masyarakat di wilayah Nias Utara maupun Kepulauan Nias. Distribusi BBM ini sudah secara day to day sudah terukur, terencana dan semua kebutuhan masyarakat perharinya bisa diantisipasi dan tidak ada terjadi keterlambatan suplai maupun pengiriman kepada SPBU yang ada di sekitar Kepulauan Nias maupun Nias Utara,” tambah Wahyudi.
Konsumsi BBM di Kepulauan Nias dan Kabupaten Nias Utara rata-rata didominasi untuk kebutuhan nelayan yang menggunakan BBM Pertalite. Kepulauan Nias merupakan wilayah dengan karakteristik kepulauan yang khas, tidak terintegrasi dengan kabupaten maupun provinsi lain. Hal ini menjadikan layanan BBM di SPBU-SPBU hanya khusus untuk masyarakat Kepulauan Nias.
Sementara, saat terjadi bencana alam di wilayah Sumatera Utara, distribusi BBM maupun LPG ke Nias tidak mengalami kendala operasional. Bahkan ketika terjadi bencana, FT Gunungsitoli menjadi salah satu tulang punggung yang membantu wilayah-wilayah di Sumatera yang terkena bencana.
Turut hadir FT Manager Gunungsitoli Budi Sulistyanto, Sales Area Manager Sibolga Denny Nugrahanto, Sales Branch Manager Nias Farisan K. Pratama, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.***
Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat Rabu, 28 Januari 2026 | 13:35:00 WIB |
Kisah An Lushan dan Retaknya Kekuasaan. Selasa, 27 Januari 2026 | 13:33:21 WIB |
Komitmen ESG Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Tiga IGA 2026 Berpredikat Platinum Selasa, 27 Januari 2026 | 11:58:49 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Pemulihan Huntara Ketapiang Bersama Direksi Pertamina dan DPR RI Komisi VI Jumat, 23 Januari 2026 | 16:00:00 WIB |
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh Senin, 19 Januari 2026 | 06:11:00 WIB |
Ahmadison Terpilih Secara Aklamasi Dalam Musda IJTI Riau Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:18:14 WIB |
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:31:52 WIB |
BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Untuk Nelayan di Nias Utara Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:36:26 WIB |
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Apresiasi Sinergi dan Pastikan Energi Tetap Mengalir Kamis, 15 Januari 2026 | 20:09:21 WIB |
Kebersamaan Warga RW 06 Air Putih, Kebahagiaan Tersendiri Bagi Afriani dan Aulia Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:50:47 WIB |
Ahmadison Terpilih Secara Aklamasi Dalam Musda IJTI Riau Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:18:14 WIB |
Hore.., Aspirasi Anggota DPR RI Karmila Sari Beasiswa KIP dan PIP di Riau Sudah Masuk ke Rekening Siswa Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:05:00 WIB |
Resmi Maju Calon Ketua IPP: Muflihun Akan Satukan Seluruh Putera Putri Pekanbaru Senin, 1 Desember 2025 | 13:25:00 WIB |
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Terima Kunjungan Satpolairud Polres Pelalawan Rabu, 22 Oktober 2025 | 06:05:55 WIB |
Kebijakan Menu MBG Justru Memicu Inflasi? Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:56:59 WIB |
Desak Usut Febrie Adryansah, Massa Serikat Pemuda Kerakyatan Geruduk Gedung Merah Putih Kamis, 8 Januari 2026 | 09:45:58 WIB |
Booth UMKM Lokal Binaan Kilang Pertamina Dumai Bukukan Penjualan Hampir Rp 70 Juta Selasa, 6 Januari 2026 | 11:56:00 WIB |
Optimal Jaga Ketahanan Energi Selama Periode Nataru 2026, Kilang Pertamina Dumai Terima Kunjungan Anggota Komite BPH Migas Senin, 5 Januari 2026 | 07:59:00 WIB |
MWT Malam Tahun Baru, Kilang Pertamina Dumai Pastikan Kilang Beroperasi Optimal untuk Jaga Ketersediaan Energi Kamis, 1 Januari 2026 | 14:46:00 WIB |
Hore.., Aspirasi Anggota DPR RI Karmila Sari Beasiswa KIP dan PIP di Riau Sudah Masuk ke Rekening Siswa Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:05:00 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Peradilan Aneh di PN Pekanbaru, Perusahaan Legal Dituduh Penyidik Lakukan Tindakan Ilegal Selasa, 2 Desember 2025 | 11:40:04 WIB |
Resmi Maju Calon Ketua IPP: Muflihun Akan Satukan Seluruh Putera Putri Pekanbaru Senin, 1 Desember 2025 | 13:25:00 WIB |
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital dan Implementasi Kebijakan Media (BEJO'S) Bagi ASN-TNI-POLRI Kamis, 20 November 2025 | 11:00:47 WIB |
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau Senin, 3 November 2025 | 13:31:11 WIB |
Anggota DPR RI Karmila Sari Usul Dana BOSDA Biayai Cabor di Sekolah dan Penataan Aset PON Riau Rabu, 1 Oktober 2025 | 10:34:39 WIB |
Parisman Ihwan Mulai Goyah, Dua Statement Berbeda di Dua Media Selasa, 5 Agustus 2025 | 11:20:40 WIB |
Kader PDIP Solid Dukung Pemerintahan Prabowo Perintah Megawati Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:43:16 WIB |
Komitmen ESG Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Tiga IGA 2026 Berpredikat Platinum Selasa, 27 Januari 2026 | 11:58:49 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Pemulihan Huntara Ketapiang Bersama Direksi Pertamina dan DPR RI Komisi VI Jumat, 23 Januari 2026 | 16:00:00 WIB |
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh Senin, 19 Januari 2026 | 06:11:00 WIB |
BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM Untuk Nelayan di Nias Utara Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:36:26 WIB |
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:31:52 WIB |
Desak Usut Febrie Adryansah, Massa Serikat Pemuda Kerakyatan Geruduk Gedung Merah Putih Kamis, 8 Januari 2026 | 09:45:58 WIB |
Peradilan Aneh di PN Pekanbaru, Perusahaan Legal Dituduh Penyidik Lakukan Tindakan Ilegal Selasa, 2 Desember 2025 | 11:40:04 WIB |
Gubernur LIRA Minta Semua Pihak Menghormati Proses Hukum Yang Dijalani Abdul Wahid Rabu, 12 November 2025 | 12:39:47 WIB |
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital dan Implementasi Kebijakan Media (BEJO'S) Bagi ASN-TNI-POLRI Kamis, 20 November 2025 | 11:00:47 WIB |
Program SIGAP Bentuk ASN Yang Tangguh dan Profesional Jumat, 14 November 2025 | 10:25:44 WIB |
Tiga Angkatan Sekaligus, Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Buka Diklat Dasar SAR Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:06:54 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya Rabu, 6 Desember 2023 | 10:26:13 WIB |
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas Senin, 4 Desember 2023 | 09:44:39 WIB |
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:57:00 WIB |
PSPS Akan DIlatih Caretaker, Sampai Pengganti Ilham Datang Rabu, 1 Oktober 2025 | 09:23:01 WIB |
Didukung Anggota DPR RI Karmila Sari, Festival Pacu Sampan Tradisional di Rumbai Jadi Wisata dan Ekonomi Daerah Senin, 29 September 2025 | 15:46:39 WIB |

NIAS - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendukung optimalisasi penyediaan dan penyaluran Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT)/BBM Subsidi dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP)/BBM Kompensasi untuk nelayan di wilayah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyampaikan, sektor perikanan mendominasi pekerjaan penduduk Nias Utara dengan produksi sekitar 16.000 ton pada tahun 2025 dan jumlah nelayan kurang lebih 3.300 penduduk.
Saat ini terdapat 4 penyalur BBM subsidi dan kompensasi di Nias Utara, terdiri dari 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan 3 SPBU Kompak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengusulkan dilakukan penambahan SPBU Nelayan.
Beberapa lokasi yang diusulkan untuk dibangun penyalur BBM tersebut ditinjau langsung oleh Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto.
“BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan evaluasi dan kita mengecek langsung letak geografisnya apakah benar ini sebagai klaster SPBU untuk layanan kepada nelayan,” ujar Wahyudi, Kamis (15/01/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi dan peninjauan lapangan, diketahui lokasi usulan dibangunnya penyalur BBM di Kecamatan Tuhemberua dan Afulu telah masuk dalam rencana pembangunan penyalur BBM Satu Harga, sehingga selain kebutuhan BBM untuk nelayan, pemenuhan kebutuhan BBM bagi sektor pertanian, transportasi darat, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan transportasi air yang menggunakan motor tempel dapat dipenuhi dari SPBU tersebut.
"Di Kecamatan Afulu dan Tuhemberua ini sudah ada perencanaan pembangunan penyalur BBM dengan target beroperasi tahun 2026. Pembangunan penyalur BBM ini akan lebih optimal karena tidak hanya melayani nelayan, tetapi juga konsumen pengguna dari sektor pertanian, transportasi darat, UMKM dan transportasi air yang menggunakan motor tempel. Jadi tidak hanya SPBU Nelayan, agar skala keekonomiannya masuk bagi mitra atau investor. Asas kebermanfaatannya juga lebih besar," jelasnya.
Saat ini, jarak antar penyalur BBM dari kecamatan Sitolu Ori ke Kecamatan Lahewa Timur adalah 17 kilometer (KM). Sementara dari Lahewa Timur ke Lahewa jarak antar penyalur BBM adalah 19,2 KM.
"Yang terjauh adalah jarak penyalur BBM dari kecamatan Lahewa ke Kecamatan Alasa, yaitu sejauh 52,5 KM," urai Wahyudi.
Terkait hal tersebut, Wahyudi mendorong pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mempercepat proses perizinan dan administrasi agar penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar, atau Terpencil (3T) ini dapat segera beroperasi sebelum Desember 2026.

Wahyudi Anas juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas untuk mendapatkan BBM subsidi dan kompensasi negara. Nelayan diimbau untuk mengurus Surat Rekomendasi dari Dinas Perikanan melalui aplikasi XStar BPH Migas.
"Dengan Surat Rekomendasi tersebut, nelayan akan mendapatkan prioritas dan jaminan harga sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami minta Dinas Perikanan aktif memfasilitasi ini agar nelayan tidak lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer," pungkasnya.
Dukungan juga disampaikan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto. Agar aktivitas dan perekonomian masyarakat di Nias Utara meningkat, perlu dibangun penyalur BBM Satu Harga.
“Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah terdepan dan terluar Indonesia, di mana Program BBM Satu Harga harus menjadi perhatian khusus kita. Kalau dilihat dari posisi masing-masing SPBU, jaraknya cukup jauh. Ada yang jaraknya 19 Kilometer (KM) hingga lebih jauh dari itu. Jika lokasi BBM Satu Harga sudah memenuhi syarat, pembangunannya hendaknya dipercepat agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan harga BBM di sini mahal,” ungkap pria yang biasa dipanggil Baher ini.
Lokasi SPBU yang jauh, lanjut Baher, menjadikan masyarakat lebih memilih membeli BBM di luar SPBU. Alhasil harga yang harus dibayarkan menjadi lebih mahal.
“Kalau membeli di luar SPBU, penjual BBM tersebut tidak mungkin tidak dapat untung, sehingga yang muncul narasinya adalah BBM di Pulau Nias harganya mahal. Oleh karena itu, mari kita kolaborasi dan memperkuat peran agar BBM subsidi pemanfaatannya tepat sasaran,” tutupnya.
Dalam kunjungan kerja ini, BPH Migas bertemu juga dengan Wakil Bupati Nias Utara, di Kantor Bupati Nias Utara. Usai rapat koordinasi bersama BPH migas, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega mengungkapkan, kolaborasi diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan BBM, terutama bagi nelayan yang ada di Nias Utara.
“Pada dasarnya kita berharap dengan adanya pembukaan SPBU baru ini atau SPBUN ini utamanya untuk meningkatkan pendapatan para nelayan kita dan masyarakat secara umum. Mudah-mudahan dengan semakin dekat pemenuhan kebutuhan ini maka mereka tidak lagi butuh waktu yang lama dan jauh untuk membeli BBM, sehingga pemenuhan kebutuhan mereka untuk melaut para nelayan dan termasuk dalam pengembangan UMKM kita bisa betul-betul terpenuhi,” paparnya.
Yusman juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung proses perizinan agar penyalur BBM dapat segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga wilayah Sumbagut Sunardi menegaskan dukungan PT Pertamina Patra Niaga terhadap usulan Pemerintah Kabupaten Nias Utara terkait pembangunan lembaga penyalur BBM, khususnya yang ditujukan untuk sektor nelayan.
Sunardi mengatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lapangan, mayoritas lokasi tersebut sudah masuk dalam perencanaan program BBM Satu Harga. "Dari empat titik yang diusulkan untuk dimunculkan lembaga penyalur segmentasi nelayan, tiga titik di antaranya sebenarnya sudah ada rencana pendirian lembaga penyalur BBM Satu Harga," jelasnya.
Surnadi juga menyampaikan pentingnya aspek komersial dan keberlanjutan bisnis bagi investor. Bentuk fisik bangunan penyalur BBM akan disesuaikan dengan besaran pangsa pasar di wilayah tersebut.
"Kalau marketnya cukup besar, mungkin dibuat seperti bangunan SPBU reguler. Tetapi kalau segmennya kecil, kemungkinannya akan dibuat modular," jelasnya.

Kunjungan ke Fuel Terminal Gunungsitoli
Dalam rangkaian kunjungan ke Nias Utara, BPH Migas juga menyambangi Fuel Terminal Gunungsitoli untuk mengetahui ketahanan pasokan BBM untuk Kepulauan Nias. Berdasarkan paparan, diketahui pasokan BBM dalam kondisi aman. Hingga tanggal 15 Januari 2026, stok Pertalite mencapai 14,4 hari dan Biosolar 8 hari. Stok ini akan semakin bertambah dengan masuknya kapal pengangkut BBM yang direncanakan tanggal 19 Januari 2026 mendatang.
“Stok ini artinya sangat aman untuk masyarakat di wilayah Nias Utara maupun Kepulauan Nias. Distribusi BBM ini sudah secara day to day sudah terukur, terencana dan semua kebutuhan masyarakat perharinya bisa diantisipasi dan tidak ada terjadi keterlambatan suplai maupun pengiriman kepada SPBU yang ada di sekitar Kepulauan Nias maupun Nias Utara,” tambah Wahyudi.
Konsumsi BBM di Kepulauan Nias dan Kabupaten Nias Utara rata-rata didominasi untuk kebutuhan nelayan yang menggunakan BBM Pertalite. Kepulauan Nias merupakan wilayah dengan karakteristik kepulauan yang khas, tidak terintegrasi dengan kabupaten maupun provinsi lain. Hal ini menjadikan layanan BBM di SPBU-SPBU hanya khusus untuk masyarakat Kepulauan Nias.
Sementara, saat terjadi bencana alam di wilayah Sumatera Utara, distribusi BBM maupun LPG ke Nias tidak mengalami kendala operasional. Bahkan ketika terjadi bencana, FT Gunungsitoli menjadi salah satu tulang punggung yang membantu wilayah-wilayah di Sumatera yang terkena bencana.
Turut hadir FT Manager Gunungsitoli Budi Sulistyanto, Sales Area Manager Sibolga Denny Nugrahanto, Sales Branch Manager Nias Farisan K. Pratama, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.***
Anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, menegaskan dukungannya terhadap program.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Patra Niaga Sumbagut dalam.
Secara umum, pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman dan untuk wilayah terdampak,.
| Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat | Rapat Paripurna Pelantikan Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru Periode 2024-2029 |