
BANDA ACEH - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga berupaya keras menormalisasi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, khususnya di wilayah yang terdampak bencana, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Secara umum, pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman dan untuk wilayah terdampak, sebanyak 97% Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.
Saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Aceh, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan meski infrastruktur jalan banyak yang terputus, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil, seperti di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
“Salah satu contoh akses yang masih terbatas adalah di Kabipaten Bener Meriah di mana aksesnya banyak yang putus, jembatan putus karena longsor. Kita tahu, saat ini Provinsi Aceh diberikan keringanan pembelian BBM bersubsidi secara manual (tidak menggunakan barcode). Harapannya agar masyarakat tidak panik buying, serta mempermudah masyarakat melakukan aktivitasnya sekaligus untuk menyalakan genset yang diberikan pemerintah untuk penerangan sementara bagi masyarakat,” papar Wahyudi, Sabtu (17/1/2026).
Sebagai informasi, untuk Provinsi Aceh, masa tanggap darurat bencana pertama berlaku sejak 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025 dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025.
Selanjutnya, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Saat ini tanggap darurat keempat berlaku mulai tanggal 9 Januari - 22 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.
Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian JBT dan JBKP berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat terkena bencana serta upaya-upaya pemulihan pascabencana.

Wahyudi melanjutkan, akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih dalam perbaikan, menjadikan kapasitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya sekitar 8 kiloliter (KL).
Kondisi ini mengharuskan tim di lapangan menerapkan sistem khusus yaitu menggunakan jerigen atau drum yang disiapkan Pertamina dan diangkut menggunakan kendaraan double cabin 4x4 untuk masuk ke desa-desa yang terisolasi.
Suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe selama periode tanggap darurat bencana ini juga disiapkan di Blang Rakal. Upaya ini untuk mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar, sehingga menggunakan mobil tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau daerah terdampak bencana yang letak geografisnya berada di wilayah pergunungan dan perbukitan dan akses jalan yang sulit
"Kami juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum. Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana,” tambahnya.
Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan, kebutuhan BBM jenis biosolar di Provinsi Banda Aceh pada tahun 2025 termasuk penanganan bencana alam, mencapai 428.324 KL. Sedangkan realisasi penyaluran Pertalite termasuk untuk kebencanaan mencapai 576.147 KL.
Selama bencana yang terjadi akhir November hingga Desember 2025, terjadi peningkatan kebutuhan BBM sebanyak 8%. Namun secara nasional, realisasinya masih di bawah kuota yang ditetapkan yaitu antara 95 hingga 98%.
Wahyudi mengungkapkan upaya luar biasa PT Pertamina Group untuk menormalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di Aceh, terutama di daerah terdampak bencana.
“PT Pertamina Patra Niaga yang memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan normalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di aceh, terutama di wilayah terdampak bencana. Kami juga berupaya membantu memperlancar penyaluran BBM untuk masyarakat dan tentunya implementasinya sesuai dengan tata kelola sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Bencana Sumatera ini juga diharapkan menjadi pelajaran agar skema distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE) selalu diaktifkan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.

Sementara itu, anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto juga mengapresiasi PT Pertamina Patra Niaga atas kerja keras dan kerja sama yang baik sehingga penyaluran BBM dapat dilaksanakan dengan baik melalui pelbagai moda transportasi seperti jalur udara dengan menggunakan pesawat hercules, kapal laut maupun darat.
Pemberian keringanan pembelian BBM yang diberikan BPH Migas selama masa tanggap darurat harus dimanfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya.
“Keadaan di lapangan secara umum kami lihat kondisinya hampir pulih, meski akses jalan ada yang belum bisa dilewati. Mengenai keringanan yang diberikan dalam pembelian BBM, pada awal pemberlakuan telah dilakukan sosialisasi dan nanti sejalan berakhirnya masa tanggap darurat, juga perlu dilakukan sosialisasi supaya masyarakat tidak kaget,” tambah pria yang biasa dipanggil Baher ini.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumatera Bagian Utara Sunardi menegaskan, pasokan BBM di Aceh dalam keadaan aman.
Integrated Terminal Lhokseumawe merupakan salah satu fasilitas terbesar yang mendistribusikan BBM ke wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan sekitarnya.
Kondisi stok saat ini Biosolar mencapai 5 hari, Pertalite 5,6 hari. Kondisi akan bertambah dengan akan datangnya kapal berisi BBM dalam waktu dekat.
Sunardi juga menyampaikan bahwa berkat skema distribusi estafet ini, pemulihan pasokan energi di Bener Meriah dan Aceh tersebut berangsur membaik pasca bencana.
Di lokasi hub suplai BBM ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, saat ini dioperasikan 8 unit mobil 16 KL sebagai feeder dan 10 unit mobil 8 KL untuk menyuplai 4 SPBU di Bener Meriah dan 4 SPBU di Aceh Tengah.
Adapun jenis BBM yang dipasok adalah Biosolar dan Pertalite, yang merupakan BBM subsidi dan kompensasi negara, mengingat wilayah ini masuk dalam kategori area semi-3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
"Posisi saat ini dari kondisi normal, suplai kami sudah bisa mengcover untuk Bener Meriah sekitar 85% dari kebutuhan normal, sedangkan untuk yang Aceh Tengah itu sekitar 75% kebutuhan normal. Mudah-mudahan nanti perkembangan jalurnya kalau mobil 16 KL sudah bisa masuk, hub kita tutup. Jadi penyaluran dapat normal kembali, langsung dari Depot Lhokseumawe ke Kabupaten Bener Meriah maupun ke Aceh Tengah. Mohon doanya agar cuaca membaik dan jalur segera terbuka,” pungkasnya.***
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Riau Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:15:23 WIB |
Gerak Cepat Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Padang Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:36:18 WIB |
Kembangkan Pisang Cavendis di Pulau Birandang, Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Inisiatif Jefri Noer Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:28:28 WIB |
Pastikan Keandalan Layanan SPBU Bersama Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Umpan Serak Gaya Ali Riza Pahlevi Kandidat Dirut Jamkrida Riau Senin, 27 Juli 2026 | 17:31:53 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Pastikan Pasokan BBM Tetap Terjaga di Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau Senin, 20 Juli 2026 | 20:00:00 WIB |
Mulai 14 Juli 2026, Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Bright Gas di Regional Sumbagut Senin, 20 Juli 2026 | 18:00:00 WIB |
Perkuat Edukasi Lingkungan Melalui Program SEKAR di Kawasan Pesisir Medan Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:00:00 WIB |
Distribusi BBM di Sumatera Utara Semakin Membaik, Patra Niaga Pastikan Pasokan Aman Jumat, 17 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Sumatera Utara, Terminal BBM dan SPBU 24 Jam Dioperasikan Kamis, 16 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Perpustakaan Soeman HS Masih Menjadi Pilihan Favorit Mahasiswa Selama Ramadhan Jumat, 27 Februari 2026 | 14:55:54 WIB |
Pimpin Konsolidasi Perdana DPP IPP, Muflihun Tegaskan Komitmen dan Program Strategis untuk Pekanbaru Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:43:00 WIB |
Kukuhkan Muflihun Sebagai Ketua Umum, Plt Gubri Tegaskan Ikatan Putera Pekanbaru Mitra Strategis Pembangunan Minggu, 8 Februari 2026 | 14:21:14 WIB |
Kenduri Anak Pekan Meriahkan Pelantikan IPP 2025–2030, Hadirkan Ragam Budaya dan Hiburan Gratis untuk Warga Pekanbaru Jumat, 6 Februari 2026 | 10:15:29 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Perkuat Distribusi BBM di Sumatera Utara Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas Kamis, 9 Juli 2026 | 16:40:39 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Fondasi Bisnis UMKM untuk Menembus Pasar Global Rabu, 1 Juli 2026 | 23:00:00 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Dukung Industri Olahraga Otomotif melalui Pertamax Turbo Aspira Premio MotoPrix Rabu, 1 Juli 2026 | 11:00:00 WIB |
Bersama GESID Halal Center, Patra Niaga Sumbagut Perkuat Ekosistem Halal Berkelanjutan Selasa, 30 Juni 2026 | 22:00:00 WIB |
Tebar Kepedulian bagi Anak Yatim, Duafa dan Disabilitas, Pertamina Berkah Hadir di Lima Provinsi Jumat, 19 Juni 2026 | 21:00:00 WIB |
SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional Kamis, 11 Juni 2026 | 11:00:00 WIB |
Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Melalui Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat SPBU di Aceh Besar Rabu, 10 Juni 2026 | 20:00:00 WIB |
Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan Sabtu, 6 Juni 2026 | 19:00:00 WIB |
Komut dan Direktur Kelembagaan & Kepatuhan Patra Niaga Turun Langsung Kamis, 4 Juni 2026 | 12:00:00 WIB |
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:38:43 WIB |
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:32:00 WIB |
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau. Rabu, 11 Februari 2026 | 05:57:02 WIB |
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau Senin, 3 November 2025 | 13:31:11 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Optimalkan Penyaluran BBM, Penuhi Kebutuhan Masyarakat Riau Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:15:23 WIB |
Gerak Cepat Patra Niaga Sumbagut Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak Bencana Banjir di Padang Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:36:18 WIB |
Kembangkan Pisang Cavendis di Pulau Birandang, Bupati Ahmad Yuzar Apresiasi Inisiatif Jefri Noer Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:28:28 WIB |
Pastikan Keandalan Layanan SPBU Bersama Komisaris dan Direksi Pertamina Patra Niaga Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00:00 WIB |
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi Jumat, 13 Maret 2026 | 15:20:25 WIB |
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain Selasa, 3 Maret 2026 | 13:57:09 WIB |
Pengucuran Kredit Bank BRI Ke Kelompok Tani di Pelalawan Sarat Kejanggalan Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43:44 WIB |
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:31:52 WIB |
Kemenko Polkam Gelar Rakor Penguatan Literasi Digital dan Implementasi Kebijakan Media (BEJO'S) Bagi ASN-TNI-POLRI Kamis, 20 November 2025 | 11:00:47 WIB |
Program SIGAP Bentuk ASN Yang Tangguh dan Profesional Jumat, 14 November 2025 | 10:25:44 WIB |
Tiga Angkatan Sekaligus, Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Buka Diklat Dasar SAR Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:06:54 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya Rabu, 6 Desember 2023 | 10:26:13 WIB |
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas Senin, 4 Desember 2023 | 09:44:39 WIB |
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB |
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026 Selasa, 17 Maret 2026 | 14:04:01 WIB |
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!! Kamis, 26 Februari 2026 | 14:05:07 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:57:00 WIB |

BANDA ACEH - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga berupaya keras menormalisasi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh, khususnya di wilayah yang terdampak bencana, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Secara umum, pasokan BBM di provinsi tersebut dalam keadaan aman dan untuk wilayah terdampak, sebanyak 97% Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi kembali.
Saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Aceh, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas memastikan meski infrastruktur jalan banyak yang terputus, distribusi BBM dipastikan tetap menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil, seperti di Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
“Salah satu contoh akses yang masih terbatas adalah di Kabipaten Bener Meriah di mana aksesnya banyak yang putus, jembatan putus karena longsor. Kita tahu, saat ini Provinsi Aceh diberikan keringanan pembelian BBM bersubsidi secara manual (tidak menggunakan barcode). Harapannya agar masyarakat tidak panik buying, serta mempermudah masyarakat melakukan aktivitasnya sekaligus untuk menyalakan genset yang diberikan pemerintah untuk penerangan sementara bagi masyarakat,” papar Wahyudi, Sabtu (17/1/2026).
Sebagai informasi, untuk Provinsi Aceh, masa tanggap darurat bencana pertama berlaku sejak 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025 dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025.
Selanjutnya, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Saat ini tanggap darurat keempat berlaku mulai tanggal 9 Januari - 22 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.
Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian JBT dan JBKP berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat terkena bencana serta upaya-upaya pemulihan pascabencana.

Wahyudi melanjutkan, akses ke Bener Meriah dan Aceh Tengah yang masih dalam perbaikan, menjadikan kapasitas armada mobil tangki yang dapat melewati jalan tersebut hanya sekitar 8 kiloliter (KL).
Kondisi ini mengharuskan tim di lapangan menerapkan sistem khusus yaitu menggunakan jerigen atau drum yang disiapkan Pertamina dan diangkut menggunakan kendaraan double cabin 4x4 untuk masuk ke desa-desa yang terisolasi.
Suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe selama periode tanggap darurat bencana ini juga disiapkan di Blang Rakal. Upaya ini untuk mempercepat distribusi BBM untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan mobil tangki besar, sehingga menggunakan mobil tangki kapasitas kecil yang mampu menjangkau daerah terdampak bencana yang letak geografisnya berada di wilayah pergunungan dan perbukitan dan akses jalan yang sulit
"Kami juga telah meninjau langsung lokasi hub suplai atau Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah. BBM yang dibawa dari Integrated Terminal Lhokseumawe menggunakan truk tangki berkapasitas 16 KL, dipindahkan (transfer) ke truk yang lebih kecil berkapasitas 8 KL, dan selanjutnya secara estafet disalurkan ke lokasi dengan menggunakan jerigen atau drum. Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana,” tambahnya.
Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan, kebutuhan BBM jenis biosolar di Provinsi Banda Aceh pada tahun 2025 termasuk penanganan bencana alam, mencapai 428.324 KL. Sedangkan realisasi penyaluran Pertalite termasuk untuk kebencanaan mencapai 576.147 KL.
Selama bencana yang terjadi akhir November hingga Desember 2025, terjadi peningkatan kebutuhan BBM sebanyak 8%. Namun secara nasional, realisasinya masih di bawah kuota yang ditetapkan yaitu antara 95 hingga 98%.
Wahyudi mengungkapkan upaya luar biasa PT Pertamina Group untuk menormalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di Aceh, terutama di daerah terdampak bencana.
“PT Pertamina Patra Niaga yang memiliki tanggung jawab penuh untuk melakukan normalisasi penyediaan dan penyaluran BBM di aceh, terutama di wilayah terdampak bencana. Kami juga berupaya membantu memperlancar penyaluran BBM untuk masyarakat dan tentunya implementasinya sesuai dengan tata kelola sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Bencana Sumatera ini juga diharapkan menjadi pelajaran agar skema distribusi Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE) selalu diaktifkan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.

Sementara itu, anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto juga mengapresiasi PT Pertamina Patra Niaga atas kerja keras dan kerja sama yang baik sehingga penyaluran BBM dapat dilaksanakan dengan baik melalui pelbagai moda transportasi seperti jalur udara dengan menggunakan pesawat hercules, kapal laut maupun darat.
Pemberian keringanan pembelian BBM yang diberikan BPH Migas selama masa tanggap darurat harus dimanfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya.
“Keadaan di lapangan secara umum kami lihat kondisinya hampir pulih, meski akses jalan ada yang belum bisa dilewati. Mengenai keringanan yang diberikan dalam pembelian BBM, pada awal pemberlakuan telah dilakukan sosialisasi dan nanti sejalan berakhirnya masa tanggap darurat, juga perlu dilakukan sosialisasi supaya masyarakat tidak kaget,” tambah pria yang biasa dipanggil Baher ini.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumatera Bagian Utara Sunardi menegaskan, pasokan BBM di Aceh dalam keadaan aman.
Integrated Terminal Lhokseumawe merupakan salah satu fasilitas terbesar yang mendistribusikan BBM ke wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, dan sekitarnya.
Kondisi stok saat ini Biosolar mencapai 5 hari, Pertalite 5,6 hari. Kondisi akan bertambah dengan akan datangnya kapal berisi BBM dalam waktu dekat.
Sunardi juga menyampaikan bahwa berkat skema distribusi estafet ini, pemulihan pasokan energi di Bener Meriah dan Aceh tersebut berangsur membaik pasca bencana.
Di lokasi hub suplai BBM ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, saat ini dioperasikan 8 unit mobil 16 KL sebagai feeder dan 10 unit mobil 8 KL untuk menyuplai 4 SPBU di Bener Meriah dan 4 SPBU di Aceh Tengah.
Adapun jenis BBM yang dipasok adalah Biosolar dan Pertalite, yang merupakan BBM subsidi dan kompensasi negara, mengingat wilayah ini masuk dalam kategori area semi-3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
"Posisi saat ini dari kondisi normal, suplai kami sudah bisa mengcover untuk Bener Meriah sekitar 85% dari kebutuhan normal, sedangkan untuk yang Aceh Tengah itu sekitar 75% kebutuhan normal. Mudah-mudahan nanti perkembangan jalurnya kalau mobil 16 KL sudah bisa masuk, hub kita tutup. Jadi penyaluran dapat normal kembali, langsung dari Depot Lhokseumawe ke Kabupaten Bener Meriah maupun ke Aceh Tengah. Mohon doanya agar cuaca membaik dan jalur segera terbuka,” pungkasnya.***
Bupati Kampar Ahmad Yuzar melakukan penanaman bibit pisang Cavendish sekaligus memanen hasil.
| Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas | Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat |