
PEKANBARU— Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan menjadi mitra strategis Menteri Lingkungan Hidup RI dalam memperkuat kolaborasi menjaga dan memulihkan lingkungan di Riau.
Harapan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat saat bertemu dengan Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) malam.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 20.40 WIB, setelah Jumhur tiba di Pekanbaru bersama rombongan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalankan sejumlah agenda.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Advokasi dan Penguatan Partisipasi Publik Yudi Syamhudi Sayuti.
Rombongan Menteri LH disambut Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan, Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., organisasi KSPSI-SPTI, Sahabat Lingkungan Hidup Riau dan sejumlah pihak lainnya.
Momen pertemuan semakin hangat saat Ketua Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau Muhammad Akhyar memasangkan seragam Sahabat Lingkungan Hidup kepada Menteri LH. Pemasangan seragam tersebut menjadi simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Jumhur mengatakan, keberadaan Sahabat Lingkungan Hidup di Riau dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja pemerintah di bidang lingkungan. Namun, kolaborasi tersebut perlu dirancang secara terorganisasi agar kegiatan yang dilakukan memiliki arah dan hasil yang jelas.
"Harus dirumuskan dulu pekerjaan-pekerjaan apa atau kegiatan apa yang sesuai. Kemudian dibuat organisasinya dengan baik dan ujungnya itu pasti dalam rangka pemulihan lingkungan, dalam rangka memuliakan bumi," kata Jumhur.
Menurutnya, upaya memulihkan lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan berbagai kelompok yang memiliki kepedulian dan tujuan yang sama.
Kelompok tersebut dapat berasal dari pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah atau NGO, komunitas, masyarakat maupun kelompok lainnya.
"Sebetulnya banyak kelompok yang punya minat yang sama. Kelompok itu bisa pemerintah daerah, bisa NGO dan juga kelompok lainnya. Itu bisa kolaborasi bareng-bareng," ujarnya.
Terhubung dengan Program Lingkungan
Jumhur juga melihat adanya peluang untuk mempertemukan berbagai sumber daya dalam mendukung kegiatan lingkungan di lapangan, termasuk melalui kelompok filantropi.
Menurutnya, kegiatan yang telah dirancang dan dikelola secara baik akan lebih mudah dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk mendukung aksi nyata di lapangan.
"Untuk kegiatannya itu memang terorganisasi dengan baik, banyak dana-dana filantropi yang bisa dikolaborasikan untuk langsung kerja di tapak, di lapangan," katanya.
Karena itu, Sahabat Lingkungan Hidup Riau diharapkan tidak hanya menjadi wadah kepedulian masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penghubung kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan dan berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada sejumlah persoalan lingkungan yang menjadi perhatian di Riau, termasuk pengawasan terhadap pelanggaran lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sahabat Lingkungan Didorong Aktif di Lapangan
Jumhur berharap Sahabat Lingkungan Hidup Riau dapat aktif membantu pemerintah dalam mengawasi kondisi lingkungan. Masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran lingkungan juga diharapkan tidak ragu menyampaikannya kepada pihak berwenang.
"Harapannya militan, harus militan. Dan termasuk melaporkan kalau ada orang yang melanggar aturan lingkungan," tegasnya.
Laporan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
"Dinas, laporkan juga ke Jakarta (Kementerian LH), karena kan mata kita juga terbatas. Teman-teman mungkin bisa dan sangat membantu," ujarnya.
Untuk persoalan karhutla, Jumhur juga membuka ruang kolaborasi melalui pelatihan bagi anggota Sahabat Lingkungan Hidup. Mereka dapat dipersiapkan untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di lapangan.
"Kalau ada karhutla-karhutla mungkin bisa dilatih juga ini. Latihan, kan bisa, kenapa tidak," katanya.
Kolaborasi tersebut nantinya juga dapat melibatkan masyarakat peduli api serta Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan yang tengah disiapkan Kementerian LH.
"Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan, mungkin bisa kolaborasi juga. Karena Provinsi Riau ini kan memang potensial kebakaran lahannya," tutur Jumhur.
Dengan kolaborasi yang terarah, Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan mampu mengambil peran strategis bersama Kementerian LH dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan serta pemulihan lingkungan.
Kerja bersama tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menjaga bumi tetap lestari dan mewujudkan misi bersama untuk memuliakan bumi.***
Harapan LIRA Kepada Kapolda Riau, Jangan Jadikan Hukum Sebagai Alat Mempermalukan Rakyat Riau Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:23:50 WIB |
Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin Tetap Intensif Pantau Karhutla Riau Senin, 5 Oktober 2026 | 15:32:50 WIB |
Crew Baru Caracal Satgas Udara Lanud RSN Lakukan Orientasi Wilayah Karhutla Sabtu, 3 Oktober 2026 | 19:15:00 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang "Galodo" di Kabupaten Solok Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:00:00 WIB |
Patra Niaga Sumbagut dan Gubernur Kepulauan Riau Perkuat Sinergi untuk Kelancaran Energi Kepulauan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:00:00 WIB |
Satgas Udara Gerak Cepat, Tiga Fire Spot di Riau Langsung Ditangani Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:19:51 WIB |
PLLU Lanud Roesmin Nurjadin, Garda di Balik Kelancaran Operasi Udara Karhutla Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:54:27 WIB |
Resmikan Jembatan Merah Putih Danlanud Roesmin Nurjadin Ajak Warga Saling Menjaga Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:51:35 WIB |
Komjen Suyudi Jadi Nama Tunggal Calon Kapolri, DPR Siapkan Uji Kelayakan Kamis, 1 Oktober 2026 | 10:41:32 WIB |
Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 Ditutup, Catat Nilai Transaksi Hingga Ratusan Juta Rupiah Kamis, 1 Oktober 2026 | 10:12:48 WIB |
JMSI Riau Akan Gelar UKW 4-6 November 2026, Buruan Daftar Tempat Terbatas Senin, 28 September 2026 | 16:17:51 WIB |
DPW BKPRMI Riau Serukan Kader di Daerah Bersiap Sambut Road to Kabupaten/Kota dan Musda Selasa, 15 September 2026 | 09:33:28 WIB |
Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi Dari Masjid Menggerakkan Ekonomi Ummat Jumat, 11 September 2026 | 14:30:42 WIB |
Selain Hadirkan Koh Denis Lim pada Puncak Jambore BKPRMI, DPW Riau juga Gelar Berbagai Event Selasa, 8 September 2026 | 12:09:49 WIB |
Dampingi Menhut Tinjau Rumah Restorasi Gambut Bengkalis, Danlanud RSN Tegaskan Kolaborasi Penanganan Karhutla Rabu, 30 September 2026 | 21:45:35 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Apresiasi Sinergi Lintas Instansi, Bersama Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM di Aceh Rabu, 30 September 2026 | 21:42:33 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Bersama Pemda Pantau SPBU di Riau, Pastikan Penyaluran BBM Berjalan Lancar Rabu, 30 September 2026 | 20:00:00 WIB |
Pangkoopsudnas Perintahkan Danlanud Roesmin Nurjadin Optimalkan Alutsista Yang Tersedia Hadapi Karhutla Riau Selasa, 29 September 2026 | 18:54:13 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kodam I/Bukit Barisan Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi Senin, 28 September 2026 | 20:30:48 WIB |
Kas Koopsudnas Apresiasi Dedikasi Satgas Udara Lanud RSN Selalu Siaga Disaat Zero Titik Api Senin, 28 September 2026 | 17:59:00 WIB |
JMSI Riau Akan Gelar UKW 4-6 November 2026, Buruan Daftar Tempat Terbatas Senin, 28 September 2026 | 16:17:51 WIB |
Personel Lanud Roesmin Nurjadin Ikuti Turnamen Orado 101 Piala Panglima TNI Senin, 28 September 2026 | 16:16:16 WIB |
Riau Zero Karhutla, Lanud Roesmin Nurjadin Tetap Siaga Penuh Minggu, 27 September 2026 | 15:56:00 WIB |
Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Dimulai, Pekanbaru Jadi Kota Pertama lakukan Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembinaan UMKM Sabtu, 26 September 2026 | 17:23:11 WIB |
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:38:43 WIB |
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:32:00 WIB |
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau. Rabu, 11 Februari 2026 | 05:57:02 WIB |
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau Senin, 3 November 2025 | 13:31:11 WIB |
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang "Galodo" di Kabupaten Solok Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:00:00 WIB |
Patra Niaga Sumbagut dan Gubernur Kepulauan Riau Perkuat Sinergi untuk Kelancaran Energi Kepulauan Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:00:00 WIB |
Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 Ditutup, Catat Nilai Transaksi Hingga Ratusan Juta Rupiah Kamis, 1 Oktober 2026 | 10:12:48 WIB |
Patra Niaga Sumbagut Apresiasi Sinergi Lintas Instansi, Bersama Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM di Aceh Rabu, 30 September 2026 | 21:42:33 WIB |
Harapan LIRA Kepada Kapolda Riau, Jangan Jadikan Hukum Sebagai Alat Mempermalukan Rakyat Riau Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:23:50 WIB |
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi Jumat, 13 Maret 2026 | 15:20:25 WIB |
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain Selasa, 3 Maret 2026 | 13:57:09 WIB |
Pengucuran Kredit Bank BRI Ke Kelompok Tani di Pelalawan Sarat Kejanggalan Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43:44 WIB |
Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin Tetap Intensif Pantau Karhutla Riau Senin, 5 Oktober 2026 | 15:32:50 WIB |
Crew Baru Caracal Satgas Udara Lanud RSN Lakukan Orientasi Wilayah Karhutla Sabtu, 3 Oktober 2026 | 19:15:00 WIB |
Satgas Udara Gerak Cepat, Tiga Fire Spot di Riau Langsung Ditangani Jumat, 2 Oktober 2026 | 16:19:51 WIB |
PLLU Lanud Roesmin Nurjadin, Garda di Balik Kelancaran Operasi Udara Karhutla Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:54:27 WIB |
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:45:44 WIB |
16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya Rabu, 6 Desember 2023 | 10:26:13 WIB |
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas Senin, 4 Desember 2023 | 09:44:39 WIB |
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB |
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026 Selasa, 17 Maret 2026 | 14:04:01 WIB |
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!! Kamis, 26 Februari 2026 | 14:05:07 WIB |
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau Senin, 15 Desember 2025 | 08:50:20 WIB |
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:57:00 WIB |

PEKANBARU— Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan menjadi mitra strategis Menteri Lingkungan Hidup RI dalam memperkuat kolaborasi menjaga dan memulihkan lingkungan di Riau.
Harapan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat saat bertemu dengan Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) malam.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 20.40 WIB, setelah Jumhur tiba di Pekanbaru bersama rombongan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalankan sejumlah agenda.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Advokasi dan Penguatan Partisipasi Publik Yudi Syamhudi Sayuti.
Rombongan Menteri LH disambut Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan, Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., organisasi KSPSI-SPTI, Sahabat Lingkungan Hidup Riau dan sejumlah pihak lainnya.
Momen pertemuan semakin hangat saat Ketua Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau Muhammad Akhyar memasangkan seragam Sahabat Lingkungan Hidup kepada Menteri LH. Pemasangan seragam tersebut menjadi simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Jumhur mengatakan, keberadaan Sahabat Lingkungan Hidup di Riau dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja pemerintah di bidang lingkungan. Namun, kolaborasi tersebut perlu dirancang secara terorganisasi agar kegiatan yang dilakukan memiliki arah dan hasil yang jelas.
"Harus dirumuskan dulu pekerjaan-pekerjaan apa atau kegiatan apa yang sesuai. Kemudian dibuat organisasinya dengan baik dan ujungnya itu pasti dalam rangka pemulihan lingkungan, dalam rangka memuliakan bumi," kata Jumhur.
Menurutnya, upaya memulihkan lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan berbagai kelompok yang memiliki kepedulian dan tujuan yang sama.
Kelompok tersebut dapat berasal dari pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah atau NGO, komunitas, masyarakat maupun kelompok lainnya.
"Sebetulnya banyak kelompok yang punya minat yang sama. Kelompok itu bisa pemerintah daerah, bisa NGO dan juga kelompok lainnya. Itu bisa kolaborasi bareng-bareng," ujarnya.
Terhubung dengan Program Lingkungan
Jumhur juga melihat adanya peluang untuk mempertemukan berbagai sumber daya dalam mendukung kegiatan lingkungan di lapangan, termasuk melalui kelompok filantropi.
Menurutnya, kegiatan yang telah dirancang dan dikelola secara baik akan lebih mudah dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk mendukung aksi nyata di lapangan.
"Untuk kegiatannya itu memang terorganisasi dengan baik, banyak dana-dana filantropi yang bisa dikolaborasikan untuk langsung kerja di tapak, di lapangan," katanya.
Karena itu, Sahabat Lingkungan Hidup Riau diharapkan tidak hanya menjadi wadah kepedulian masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penghubung kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan dan berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada sejumlah persoalan lingkungan yang menjadi perhatian di Riau, termasuk pengawasan terhadap pelanggaran lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sahabat Lingkungan Didorong Aktif di Lapangan
Jumhur berharap Sahabat Lingkungan Hidup Riau dapat aktif membantu pemerintah dalam mengawasi kondisi lingkungan. Masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran lingkungan juga diharapkan tidak ragu menyampaikannya kepada pihak berwenang.
"Harapannya militan, harus militan. Dan termasuk melaporkan kalau ada orang yang melanggar aturan lingkungan," tegasnya.
Laporan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
"Dinas, laporkan juga ke Jakarta (Kementerian LH), karena kan mata kita juga terbatas. Teman-teman mungkin bisa dan sangat membantu," ujarnya.
Untuk persoalan karhutla, Jumhur juga membuka ruang kolaborasi melalui pelatihan bagi anggota Sahabat Lingkungan Hidup. Mereka dapat dipersiapkan untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di lapangan.
"Kalau ada karhutla-karhutla mungkin bisa dilatih juga ini. Latihan, kan bisa, kenapa tidak," katanya.
Kolaborasi tersebut nantinya juga dapat melibatkan masyarakat peduli api serta Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan yang tengah disiapkan Kementerian LH.
"Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan, mungkin bisa kolaborasi juga. Karena Provinsi Riau ini kan memang potensial kebakaran lahannya," tutur Jumhur.
Dengan kolaborasi yang terarah, Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan mampu mengambil peran strategis bersama Kementerian LH dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan serta pemulihan lingkungan.
Kerja bersama tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menjaga bumi tetap lestari dan mewujudkan misi bersama untuk memuliakan bumi.***
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan.
| Karmila Sari: Guru dan Dosen Harus Jadi Prioritas dalam RUU Sisdiknas | Karmila Sari Fokus Pendidikan Wilayah 3T, Bersama Bupati Rohil Usulkan Sekolah Garuda ke Pemerintah Pusat |