23 Jumadil Awwal 1448 H | Rabu, 4 November 2026
☰
×
Bioavtur Lima Persen Minyak Jelantah dari Kilang Putri Tujuh Bersiap Masuk Pasar Global
ekonomi | Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:52:00 WIB
Editor : masyuki | Penulis : Yuki Chandra

RAUNGAN sirine seakan memenuhi langit di seluruh kawasan Kilang Putri Tujuh, Dumai, Provinsi Riau, Kamis (15/10/2026). Menandai peluncuran produk baru buah karya dan dedikasi perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, bernama Pertamina Sustainable Aviation Fuel disingkat SAF.

SAF juga disebut bioavtur, adalah bahan bakar pesawat dengan bahan baku campuran Used Cooking Oil disingkat UCO atau dikenal dengan istilah minyak jelantah.

Tepat pada tanggal 26 Juli 2026, Plant Trial pengolahan UCO untuk produksi SAF telah sukses dilaksanakan. Perwira Kilang Dumai berhasil mengembangkan SAF dengan komposisi kandungan UCO atau minyak jelantah sebesar 5 persen, ini merupakan komposisi bio Feedstock tertinggi melalui teknologi Co-Processing UCO di unit Hydrocracker Unibon (HCU) #212. 

Atas seluruh kerja keras dan dedikasinya, Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman memberikan apresiasi kepada seluruh Perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam pengembangan SAF dengan campuran UCO 5 persen.

“Keberhasilan Kilang Dumai dalam mengembangkan SAF dengan UCO 5 persen ini  membuktikan bahwa Perwira Pertamina mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri hari ini,” kata Taufik.

Ditambahkannya, “Kini, kita fokus dalam strategi bagaimana mendapatkan feedstock yang sustain dan tentunya tersertifikasi, karena ini bisa menjadi revenue industri yang baru di Indonesia.”

Net Zero Emission 2060

Pengembangan SAF dengan campuran minyak jelantah sebesar 5 persen ini semakin mengukuhkan posisi Kilang Dumai sebagai pionir di Sumatera dalam memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan dengan potensi reduksi emisi karbon hingga 81 persen. 

Selain itu, pencapaian ini juga menempatkan Kilang Dumai sebagai kilang pertama di ASEAN yang berhasil mengolah UCO menggunakan unit Hydrocracking.

Pencapaian Kilang Dumai dalam pengembangan SAF dengan kandungan minyak jelantah sebanyak 5 persen ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung Program Asta Cita untuk menghadirkan energi yang ramah lingkungan guna percepatan pengurangan emisi karbon untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060 serta mendukung pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

Di samping itu juga menjadi bagian dari langkah strategis Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai sebagai bagian dari entitas bisnis PT Pertamina (Persero) dalam mendukung penerapan mandatori SAF 1% yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027. 

Langkah itu juga sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen pertama SAF di kawasan Asia Tenggara.

Dengan kapasitas produksi telah mencapai 11,3 MBSD, melampaui kesuksesan Kilang Cilacap, yakni sebesar 9 MBSD. Sehingga total kapasitas produksi SAF dari  kilang-kilang milik Pertamina telah mencapai 20,3 MBSD. 

Angka ini menunjukkan komitmen nyata dan kesiapan Pertamina dalam memimpin transisi energi hijau di industri penerbangan nasional maupun global.

Untuk itu, guna menjamin keamanan serta kualitas mutu produk SAF, Kilang Dumai telah melalui serangkaian proses pengujian di laboratorium. Selain itu, SAF hasil produksi Kilang Dumai juga telah mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) EU dan ISCC CORSIA, yang memastikan proses pengolahan dan produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keberlanjutan internasional.

Proses Panjang

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa pengembangan SAF merupakan hasil dari proses panjang yang dipersiapkan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pemenuhan standar keberlanjutan internasional.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Kilang Dumai adaptif terhadap tantangan transformasi global dan prinsip keberlanjutan. Persiapan yang dilakukan secara matang dan komprehensif, termasuk sertifikasi ISCC yang menjadi bukti bahwa SAF yang dihasilkan dari Kilang Dumai sudah memenuhi persyaratan keberlanjutan dan dapat diterima serta siap diperdagangkan di pasar global,” jelas Iwan.

Kendala Distribusi

Saat ini pemerintah telah memberikan lampu hijau kepada empat bandara 
internasional untuk menyediakan SAF bagi maskapai penerbangan internasional, yakni Bandara Soekarno Hatta - Tangerang, Bandara Halim Perdana Kusuma - Jakarta, Bandara  Juanda - Surabaya dan Bandara Ngurah Rai – Denpasar.

Tentunya, akan mempengaruhi nilai ekonomis bioavtur yang diproduksi di kilang ini, karena membutuhkan transportasi dari Dumai menuju depo BBM di ke-empat bandara tersebut. Hal ini tentunya akan menjadi pekerjaan rumah nagi Pertamina Bersama dengan Pemerintah untuk menerbitkan formulasi yang mampu menjadi energi bagi bangs aini di bidang aviasi.

Pekanbaru ,16 Oktober 2026
Penulis: 
Yuki Chandra/Wartawan

 

Index
Komisaris Pertamina (Persero) Tinjau Keandalan Operasional dan Pelayanan BBM di Wilker Patra Niaga Sumbagut
DI USIA 57 TAHUN, AKU HANYA INGIN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH
DI USIA 57 TAHUN, AKU HANYA INGIN MENGUCAPKAN TERIMA KASIH
Selasa, 3 November 2026 | 11:20:37 WIB
Jelang Libur Akhir Tahun, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Kesiapan Operasional AFT Sultan Iskandar Muda
Danlanud Roesmin Nurjadin Pastikan Tidak Ada Titik Api di Riau Pagi Ini
Patra Niaga Sumbagut Bangun Sinergi dengan Kodam Iskandar Muda untuk Jaga Keandalan Distribusi Energi
Patra Niaga Sumbagut Terima Kunjungan Gubernur Sumut, Perkuat Sinergi Kelancaran Distribusi BBM di Kepulauan Nias
Tingkatkan Pengawasan Pelayanan Energi kepada Masyarakat, Patra Niaga Sumbagut Perkuat Kolaborasi Bersama Polda Aceh
Perkuat Distribusi LPG 3 Kg di Karimun, Patra Niaga Regional Sumbagut Telah Salurkan 25 Ribu Tabung Layak Edar Sepanjang 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Dukung Penegakan Hukum dan Perkuat Pengawasan Takaran BBM di SPBU
Kawal Penyaluran Energi untuk Masyarakat Sumatera Utara, Patra Niaga Sumbagut Sinergi dengan Ombudsman  Sumut
Snow Snow
Snow Snow


daerah
Selada Penggoda Dapur MBG, Cerita Kegigihan Jemari Sepuluh Perempuan Rejosari
JMSI Riau Akan Gelar UKW 4-6 November 2026, Buruan Daftar Tempat Terbatas
DPW BKPRMI Riau Serukan Kader di Daerah Bersiap Sambut Road to Kabupaten/Kota dan Musda
Jambore BKPRMI Riau 2026 Resmi Dibuka, Mengusung Visi Dari Masjid Menggerakkan Ekonomi Ummat
Index
Integrasi Penegakan Hukum dan Kawasan Tertib Sampah: Jawaban atas Sengkarut Sampah Pekanbaru
Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Penanganan Pasca Forced Down
Pastikan Riau Bebas Titik Api, Lanud Roesmin Nurjadin Intensifkan Patroli Udara Karhutla
CERI Desak Kejagung Telusuri Joseph Oetomo dan Sukanto Tanoto Dalam Korupsi Toba Pulp
Car Free Daya Ditiadakan, Pelaku UMKM Tetap Berjualan, Pemprov Riau Fasilitasi Warga Senam Saat Udara Tidak Sehat
Bioavtur Lima Persen Minyak Jelantah dari Kilang Putri Tujuh Bersiap Masuk Pasar Global
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Keandalan Operasional di Riau, Wakil Direktur Utama Tinjau Fuel Terminal Sei Siak
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Bagikan 2.200 Masker, Dukung Kesehatan Masyarakat di Tengah Kabut Asap Medan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Kabinda Sumut Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi
Bukan Hanya Pesawat yang Siaga, Dedikasi Personel Lanud RSN Jadi Kekuatan Satgas Udara Karhutla
Politik
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda 
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau.
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau
Snow Snow
Snow Snow


ekonomi
Komisaris Pertamina (Persero) Tinjau Keandalan Operasional dan Pelayanan BBM di Wilker Patra Niaga Sumbagut
Jelang Libur Akhir Tahun, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Pastikan Kesiapan Operasional AFT Sultan Iskandar Muda
Patra Niaga Sumbagut Bangun Sinergi dengan Kodam Iskandar Muda untuk Jaga Keandalan Distribusi Energi
Patra Niaga Sumbagut Terima Kunjungan Gubernur Sumut, Perkuat Sinergi Kelancaran Distribusi BBM di Kepulauan Nias
Hukum
CERI Desak Kejagung Telusuri Joseph Oetomo dan Sukanto Tanoto Dalam Korupsi Toba Pulp
Harapan LIRA Kepada Kapolda Riau, Jangan Jadikan Hukum Sebagai Alat Mempermalukan Rakyat Riau
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain
Nasional
Danlanud Roesmin Nurjadin Pastikan Tidak Ada Titik Api di Riau Pagi Ini
Lanud Roesmin Nurjadin Gelar Latihan Penanganan Pasca Forced Down
Pastikan Riau Bebas Titik Api, Lanud Roesmin Nurjadin Intensifkan Patroli Udara Karhutla
Car Free Daya Ditiadakan, Pelaku UMKM Tetap Berjualan, Pemprov Riau Fasilitasi Warga Senam Saat Udara Tidak Sehat

internasional
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin 
 16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata

Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB
olahraga
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!!
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain

Popular
News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Daerah
Bioavtur Lima Persen Minyak Jelantah dari Kilang Putri Tujuh Bersiap Masuk Pasar Global
ekonomi | Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:52:00 WIB
Editor : masyuki | Penulis : Yuki Chandra

RAUNGAN sirine seakan memenuhi langit di seluruh kawasan Kilang Putri Tujuh, Dumai, Provinsi Riau, Kamis (15/10/2026). Menandai peluncuran produk baru buah karya dan dedikasi perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, bernama Pertamina Sustainable Aviation Fuel disingkat SAF.

SAF juga disebut bioavtur, adalah bahan bakar pesawat dengan bahan baku campuran Used Cooking Oil disingkat UCO atau dikenal dengan istilah minyak jelantah.

Tepat pada tanggal 26 Juli 2026, Plant Trial pengolahan UCO untuk produksi SAF telah sukses dilaksanakan. Perwira Kilang Dumai berhasil mengembangkan SAF dengan komposisi kandungan UCO atau minyak jelantah sebesar 5 persen, ini merupakan komposisi bio Feedstock tertinggi melalui teknologi Co-Processing UCO di unit Hydrocracker Unibon (HCU) #212. 

Atas seluruh kerja keras dan dedikasinya, Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman memberikan apresiasi kepada seluruh Perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam pengembangan SAF dengan campuran UCO 5 persen.

“Keberhasilan Kilang Dumai dalam mengembangkan SAF dengan UCO 5 persen ini  membuktikan bahwa Perwira Pertamina mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri hari ini,” kata Taufik.

Ditambahkannya, “Kini, kita fokus dalam strategi bagaimana mendapatkan feedstock yang sustain dan tentunya tersertifikasi, karena ini bisa menjadi revenue industri yang baru di Indonesia.”

Net Zero Emission 2060

Pengembangan SAF dengan campuran minyak jelantah sebesar 5 persen ini semakin mengukuhkan posisi Kilang Dumai sebagai pionir di Sumatera dalam memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan dengan potensi reduksi emisi karbon hingga 81 persen. 

Selain itu, pencapaian ini juga menempatkan Kilang Dumai sebagai kilang pertama di ASEAN yang berhasil mengolah UCO menggunakan unit Hydrocracking.

Pencapaian Kilang Dumai dalam pengembangan SAF dengan kandungan minyak jelantah sebanyak 5 persen ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung Program Asta Cita untuk menghadirkan energi yang ramah lingkungan guna percepatan pengurangan emisi karbon untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060 serta mendukung pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

Di samping itu juga menjadi bagian dari langkah strategis Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai sebagai bagian dari entitas bisnis PT Pertamina (Persero) dalam mendukung penerapan mandatori SAF 1% yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027. 

Langkah itu juga sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen pertama SAF di kawasan Asia Tenggara.

Dengan kapasitas produksi telah mencapai 11,3 MBSD, melampaui kesuksesan Kilang Cilacap, yakni sebesar 9 MBSD. Sehingga total kapasitas produksi SAF dari  kilang-kilang milik Pertamina telah mencapai 20,3 MBSD. 

Angka ini menunjukkan komitmen nyata dan kesiapan Pertamina dalam memimpin transisi energi hijau di industri penerbangan nasional maupun global.

Untuk itu, guna menjamin keamanan serta kualitas mutu produk SAF, Kilang Dumai telah melalui serangkaian proses pengujian di laboratorium. Selain itu, SAF hasil produksi Kilang Dumai juga telah mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) EU dan ISCC CORSIA, yang memastikan proses pengolahan dan produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keberlanjutan internasional.

Proses Panjang

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa pengembangan SAF merupakan hasil dari proses panjang yang dipersiapkan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pemenuhan standar keberlanjutan internasional.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Kilang Dumai adaptif terhadap tantangan transformasi global dan prinsip keberlanjutan. Persiapan yang dilakukan secara matang dan komprehensif, termasuk sertifikasi ISCC yang menjadi bukti bahwa SAF yang dihasilkan dari Kilang Dumai sudah memenuhi persyaratan keberlanjutan dan dapat diterima serta siap diperdagangkan di pasar global,” jelas Iwan.

Kendala Distribusi

Saat ini pemerintah telah memberikan lampu hijau kepada empat bandara 
internasional untuk menyediakan SAF bagi maskapai penerbangan internasional, yakni Bandara Soekarno Hatta - Tangerang, Bandara Halim Perdana Kusuma - Jakarta, Bandara  Juanda - Surabaya dan Bandara Ngurah Rai – Denpasar.

Tentunya, akan mempengaruhi nilai ekonomis bioavtur yang diproduksi di kilang ini, karena membutuhkan transportasi dari Dumai menuju depo BBM di ke-empat bandara tersebut. Hal ini tentunya akan menjadi pekerjaan rumah nagi Pertamina Bersama dengan Pemerintah untuk menerbitkan formulasi yang mampu menjadi energi bagi bangs aini di bidang aviasi.

Pekanbaru ,16 Oktober 2026
Penulis: 
Yuki Chandra/Wartawan

 

TERKINI
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menerima kunjungan Komisaris PT.
Selasa, 3 November 2026 | 17:28:44 WIB
HARI ini usiaku bertambah lagi,
Lima puluh tujuh tahun sudah perjalanan ini kulewati.
Rambut.
Selasa, 3 November 2026 | 11:20:37 WIB
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, melakukan.
Senin, 2 November 2026 | 16:45:40 WIB
"Pagi ini kami telah perintahkan heli patroli untuk.memastikan kondisi 15 hotspot yang dirilis.
Senin, 2 November 2026 | 09:03:53 WIB

PT Peramina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus membangun koordinasi.

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:29:49 WIB