14 Rabiul Awwal 1448 H | Jumat, 28 Agustus 2026
×
Tanpa Konfirmasi Diseret Pemberitaan ke Dalam Pusaran Kedinasan
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri?
daerah | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB
Editor : masyuki | Penulis : Redaksi
Lapak PKL di depan Masjid Agung Annur, disinilah persoalan itu bermula

PEKANBARU - "Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri? Dina itu anak kandung sepupu saya, dan diapun memanggil saya Ayah," sebuah kalimat sederhana meluncur dari lisan seorang Pamen TNI kepada awak media.

Tepatnya di sebuah kedai kopi di pusat kota, Kamis (27/08/2026), tatapan mata putra Dalu-Dalu (Rokan Hulu, red) tersebut tajam menghujam meminta ketegasan jawaban dari Awak Media yang terdiam dengan pertanyaan tersebut.

Jefridin Tambusai, nama lengkap prajurit TNI Angkatan Darat asli Riau yang prestasinya moncer di Satuan Polisi Militer AD, justru mendapat ujian di kampung halamannya sendiri ketika menyelesaikan masalah anak sepupunya yang sudah Yatim.

"Itu yang saya rasakan saat ini, memang secara kedinasan saya pernah berdinas di Detasemen Polisi Militer. Namun, saya tentunya punya keluarga yang wajib saya lindungi dalam kehidupan pribadi saya," jelas Jefridin.

Mantan Danpomdam II Sriwijaya yang saat ini ditugaskan di PT Agrinas Palma Nusantara Wilayah Operasi Riau, menuturkan latar belakang hubungan darahnya dengan seorang pedagang kuliner bernama Dina di pelataran Masjid Agung Annur.
 
Bermula ketika baru menjabat sebagai Danpomdam II sekitar tahun 2024, Dina - anak sepupunya yang kebetulan juga bernama Jefri, mulai mengadukan adanya perlakuan sejumlah oknum tak dikenal yang selalu menganggu kegiatannya berjualan kuliner.

"Menyadari posisi saya yang cukup jauh dari Dina saat itu, saya berupaya mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan kawan dan keluarga, untuk mencarikan solusi dengan pihak yang diduga menggunakan segala cara mengusik Dina di tempatnya berjualan," jelas Jefridin Tambusai, nama lengkapnya.

Komunikasi dan upaya tersebut pun mengalami pasang surut, seiring dengan situasi kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru terhadap lokasi lapak kuliner di areal tersebut.

Begitu memasuki Pekanbaru, intensitas tekanan yang dialami Dina justru semakin meningkat, bahkan perlakuan terhadap Dina mulai mengisi laman media social dengan beragam topik, yang intinya merendahkan perempuan yang sehari-hari memanggil 'Ayah' pada Jefridin.

"Memang beberapa waktu lalu, saya berinisiatif memanggil saudara Romi dan Ronal, untuk menyelesaikan persoalan antara mereka dengan anak saya Dina di Ronggo," jelas Jefridin.

Pada saat itu, Ronal dan Romi secara gentle menyampaikan permohonan maaf dan islah dengan Jefridin yang mewakili anaknya Dina, walau secara batin dirinya belum bisa menerima perlakuan oknum tersebut kepada anaknya Dina, namun demi kebaikan bersama..

Sembari membagikan video dan rekaman suara Dina ketika diperlakukan tidak pantas oleh oknum-oknum kepada awak media, Jefridin kembali menegaskan, bahwa Dina adalah anaknya dan hanya ingin melindungi anaknya tersebut.

Selang beberapa waktu, tayanglah pemberitaan tentang aksi intimidatif berupa ancaman penculikan hingga pungutan yang dlakukan oknum POMAD di wilayah pasa kuliner Masjid Agung Annur, dan menyeret dirinya sebagai anggota TNI dan staf khusus PT Agrinas.

"Tanpa konfirmasi, tahu-tahu saya sudah masuk pemberitaan media online, yang menghakimi saya sebagai prajurit mengintimidasi masyarakat sipil, dengan alasan yang sangat tak masuk akal," ujar Jefridin masgul.

Pada kesempatan pertemuan dengan awak media, Jefridin Tambusai membantah dirinya telah melakukan perbuatan sebagaimana diberitakan di laman media online tersebut.

Kolonel POM Jefridin dalam sebuah kegiatan saat menjabat Dan Denpom Lampung

"Banyak saksi ketika itu, yang berhadapan saat itu adalah saya pribadi tanpa membawa embel-embel kedinasan dengan adik-adik saya sendiri yang berselisih paham dengan anak saya Dina," tegasnya.

Sebagai seorang putera Dalu-Dalu, Jefridin Tambusai tak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap sikap media yang menghujatnya dengan sangat dingin.

"Saya dirugikan tidak hanya secara pribadi, secara kedinasan pun saya sangat dirugikan, dan tadi saya sudah berkonsultasi dengan kawan-kawan PWI dan Dewan Pers untuk mempersiapkan langkah selanjtnya," ungkapnya lugas.

Hanya satu pertanyaan yang sampai akhir pertemuan tersebut masih mengganjal di fikirannya Jefridin. Apakah seorang prajurit TNI tak diperbolehkan membela hak keluarganya? Apakah jika prajurit membela keluarganya, maka media bebas untuk menjadikannya sebagai pelanggar HAM terhadap warga sipil.

Tak Ada Keterlibatan PM

Secara terpisah, Kasi Lidpam Pomdam XIX dengan tegas membantah keterlibatan PM dalam pungutan liar di lapak pedagang sebagaimana dituduhkan pihak media yang sama.

"Pungutan liar yang dituduhkan media tersebut tidak benar," tegas Kasi Lidpam Pomdam XIX TT melalui pesan singkat.***

Index
BKPRMI Riau Jajaki Kerjasama Strategis dengan BAZNAS Provinsi Riau dalam Penguatan Peran Pejuang Dakwah
Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Buahkan Hasil, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri?
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri?
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB
Kerahkan Helikopter Caracal, Lanud Rsn Pantau Titik Api Karhutla di Riau
Lanud Roesmin Nurjadin Gencarkan Pemadaman Karhutla, OMC Malam Hari Buahkan Hasil
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan
Danlanud Rsn Tekankan Sinergi dan Safety dalam Penanganan Karhutla di Riau
Relawan Aksi Peduli Riau Membagikan Ribuan Masker di Titik Nol
Buka Pelatihan UMKM, Anggota DPR RI Dapil Riau Karmila Sari Tekankan Pentingnya Kemasan dan Legalitas
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe, Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim Petambak Udang Melalui Gampong Berdikari
Snow Snow
Snow Snow


daerah
BKPRMI Riau Jajaki Kerjasama Strategis dengan BAZNAS Provinsi Riau dalam Penguatan Peran Pejuang Dakwah
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri?
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri?
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB
Buka Pelatihan UMKM, Anggota DPR RI Dapil Riau Karmila Sari Tekankan Pentingnya Kemasan dan Legalitas
DPW BKPRMI Riau Apresiasi Kebijakan Pemko Pekanbaru Perkuat Pendidikan Agama
Index
Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LH, Siap Perkuat Kolaborasi Jaga Bumi
DPW BKPRMI Riau Apresiasi Kebijakan Pemko Pekanbaru Perkuat Pendidikan Agama
DPP BKPRMI Buka Seleksi BKPRMI Award 2026
DPP BKPRMI Buka Seleksi BKPRMI Award 2026
Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00:00 WIB
Belanja maksimal 17 Liter, Dapatkan Diskon Rp450 per Liter di SPBU, Minimal Transaksi Rp17.000
Giliran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Hadiahi Empat Penghargaan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Pelanggan Setia MyPertamina Lewat Aktivasi Menarik di SPBU 
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Promo Bright Gas Semarak Merdeka
Patra Niaga Sumbagut Pastikan Kondisi SPBU Pelalawan Terkendali dan Pelayanan BBM Tetap Terjaga di SPBU Sekitar
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia Melalui MyPertamina Berbagi Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU
Patra Niaga Sumbagut Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Terdampak
Politik
Jaring Aspirasi Warga RW 11, Hamdani Diminta Perjuangkan Pencegahan Banjir di Jalan Puyuh Mas
Remaja Bernegara NasDem 2026 Dibuka, Latih Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda 
Membludak! 389 Remaja Daftarkan Diri Ikut Remaja Bernegara Provinsi Riau, 6 Dari Luar Riau.
Ahmad Doli Kurnia Figur Tepat Menjadi PLT Ketua DPD I Partai Golkar Riau
Snow Snow
Snow Snow


ekonomi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Menjadi Pionir Probiotik MOL di Lhokseumawe, Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim Petambak Udang Melalui Gampong Berdikari
Belanja maksimal 17 Liter, Dapatkan Diskon Rp450 per Liter di SPBU, Minimal Transaksi Rp17.000
Giliran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Hadiahi Empat Penghargaan
Hukum
Marwas: Suruh Aja Orang Agrinas Tu Panggil CV Tiga Bintang Sinergi
Ketika di Klarifikasi, Pimpinan BRI Yang Bersangkutan Justru Telah Dimutasi ke Wilayah Lain
Pengucuran Kredit Bank BRI Ke Kelompok Tani di Pelalawan Sarat Kejanggalan
PKS PAS Sitaan Satgas PKH Dijual, APHI Desak Kejagung Usut dan Tangkap Djohor Judin
Nasional
Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Buahkan Hasil, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan
Kerahkan Helikopter Caracal, Lanud Rsn Pantau Titik Api Karhutla di Riau
Lanud Roesmin Nurjadin Gencarkan Pemadaman Karhutla, OMC Malam Hari Buahkan Hasil
Danlanud Rsn Tekankan Sinergi dan Safety dalam Penanganan Karhutla di Riau

internasional
Enam Unit F-35 Lightning II RAAF Perkuat Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin 
 16.000 Warga Palestina Jadi Korban, WHO Tegaskan Kondisi di Gaza Semakin Memburuk Setiap Jamnya
Tolak Hamas Berkuasa di Gaza, Wakil Presiden Amerika Kritisi Banyaknya Warga Palestina Yang Tewas
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata
Israel dan Hamas Perpanjang Gencatan Senjata

Kamis, 30 November 2023 | 13:41:36 WIB
olahraga
Batalkan Musorprov, KONI Pusat Perpanjang Masa Jabatan Pengurus KONI Riau hingga September 2026
Tiga Anggota TPP Labrak Aturan dan Arahan KONI Pusat, Fahmi: Tindakan Mereka Ilegal!!!
Kantongi Dukungan Tiga KONI, Rahmad Aidil Fitra - Ketua Umum HAPKIDO Riau Siap Pimpin KONI Riau
Tampil Tanpa Target, SSB All Stars U13 Tambah Menit Bermain Pemain

Popular
News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Daerah
Tanpa Konfirmasi Diseret Pemberitaan ke Dalam Pusaran Kedinasan
Jefridin: Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri?
daerah | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB
Editor : masyuki | Penulis : Redaksi
Lapak PKL di depan Masjid Agung Annur, disinilah persoalan itu bermula

PEKANBARU - "Apakah Tak Boleh Saya Membela Anak Sendiri? Dina itu anak kandung sepupu saya, dan diapun memanggil saya Ayah," sebuah kalimat sederhana meluncur dari lisan seorang Pamen TNI kepada awak media.

Tepatnya di sebuah kedai kopi di pusat kota, Kamis (27/08/2026), tatapan mata putra Dalu-Dalu (Rokan Hulu, red) tersebut tajam menghujam meminta ketegasan jawaban dari Awak Media yang terdiam dengan pertanyaan tersebut.

Jefridin Tambusai, nama lengkap prajurit TNI Angkatan Darat asli Riau yang prestasinya moncer di Satuan Polisi Militer AD, justru mendapat ujian di kampung halamannya sendiri ketika menyelesaikan masalah anak sepupunya yang sudah Yatim.

"Itu yang saya rasakan saat ini, memang secara kedinasan saya pernah berdinas di Detasemen Polisi Militer. Namun, saya tentunya punya keluarga yang wajib saya lindungi dalam kehidupan pribadi saya," jelas Jefridin.

Mantan Danpomdam II Sriwijaya yang saat ini ditugaskan di PT Agrinas Palma Nusantara Wilayah Operasi Riau, menuturkan latar belakang hubungan darahnya dengan seorang pedagang kuliner bernama Dina di pelataran Masjid Agung Annur.
 
Bermula ketika baru menjabat sebagai Danpomdam II sekitar tahun 2024, Dina - anak sepupunya yang kebetulan juga bernama Jefri, mulai mengadukan adanya perlakuan sejumlah oknum tak dikenal yang selalu menganggu kegiatannya berjualan kuliner.

"Menyadari posisi saya yang cukup jauh dari Dina saat itu, saya berupaya mengkomunikasikan persoalan tersebut dengan kawan dan keluarga, untuk mencarikan solusi dengan pihak yang diduga menggunakan segala cara mengusik Dina di tempatnya berjualan," jelas Jefridin Tambusai, nama lengkapnya.

Komunikasi dan upaya tersebut pun mengalami pasang surut, seiring dengan situasi kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru terhadap lokasi lapak kuliner di areal tersebut.

Begitu memasuki Pekanbaru, intensitas tekanan yang dialami Dina justru semakin meningkat, bahkan perlakuan terhadap Dina mulai mengisi laman media social dengan beragam topik, yang intinya merendahkan perempuan yang sehari-hari memanggil 'Ayah' pada Jefridin.

"Memang beberapa waktu lalu, saya berinisiatif memanggil saudara Romi dan Ronal, untuk menyelesaikan persoalan antara mereka dengan anak saya Dina di Ronggo," jelas Jefridin.

Pada saat itu, Ronal dan Romi secara gentle menyampaikan permohonan maaf dan islah dengan Jefridin yang mewakili anaknya Dina, walau secara batin dirinya belum bisa menerima perlakuan oknum tersebut kepada anaknya Dina, namun demi kebaikan bersama..

Sembari membagikan video dan rekaman suara Dina ketika diperlakukan tidak pantas oleh oknum-oknum kepada awak media, Jefridin kembali menegaskan, bahwa Dina adalah anaknya dan hanya ingin melindungi anaknya tersebut.

Selang beberapa waktu, tayanglah pemberitaan tentang aksi intimidatif berupa ancaman penculikan hingga pungutan yang dlakukan oknum POMAD di wilayah pasa kuliner Masjid Agung Annur, dan menyeret dirinya sebagai anggota TNI dan staf khusus PT Agrinas.

"Tanpa konfirmasi, tahu-tahu saya sudah masuk pemberitaan media online, yang menghakimi saya sebagai prajurit mengintimidasi masyarakat sipil, dengan alasan yang sangat tak masuk akal," ujar Jefridin masgul.

Pada kesempatan pertemuan dengan awak media, Jefridin Tambusai membantah dirinya telah melakukan perbuatan sebagaimana diberitakan di laman media online tersebut.

Kolonel POM Jefridin dalam sebuah kegiatan saat menjabat Dan Denpom Lampung

"Banyak saksi ketika itu, yang berhadapan saat itu adalah saya pribadi tanpa membawa embel-embel kedinasan dengan adik-adik saya sendiri yang berselisih paham dengan anak saya Dina," tegasnya.

Sebagai seorang putera Dalu-Dalu, Jefridin Tambusai tak dapat menutupi rasa kecewanya terhadap sikap media yang menghujatnya dengan sangat dingin.

"Saya dirugikan tidak hanya secara pribadi, secara kedinasan pun saya sangat dirugikan, dan tadi saya sudah berkonsultasi dengan kawan-kawan PWI dan Dewan Pers untuk mempersiapkan langkah selanjtnya," ungkapnya lugas.

Hanya satu pertanyaan yang sampai akhir pertemuan tersebut masih mengganjal di fikirannya Jefridin. Apakah seorang prajurit TNI tak diperbolehkan membela hak keluarganya? Apakah jika prajurit membela keluarganya, maka media bebas untuk menjadikannya sebagai pelanggar HAM terhadap warga sipil.

Tak Ada Keterlibatan PM

Secara terpisah, Kasi Lidpam Pomdam XIX dengan tegas membantah keterlibatan PM dalam pungutan liar di lapak pedagang sebagaimana dituduhkan pihak media yang sama.

"Pungutan liar yang dituduhkan media tersebut tidak benar," tegas Kasi Lidpam Pomdam XIX TT melalui pesan singkat.***

TERKINI
Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Riau.
Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:41:06 WIB
Dari Lanud Roesmin Nurjadin, seluruh unsur yang terlibat terus bersinergi dalam mendukung operasi.
Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:00:00 WIB
.
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:56:00 WIB
Kali ini, Lanud Roesmin Nurjadin mengerahkan helikopter Caracal dari Skadron Udara 8 untuk.
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:00:00 WIB
Pada Selasa (25/8/2026), Lanud Roesmin Nurjadin kembali mengoperasikan pesawat Cessna Caravan.
Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:00:00 WIB